Sabtu, 17 Maret 2012

Adverb

adverb adalah kata keterangan. Sebenarnya fungsi dan penjelasan tentang adverb itu panjang banget, tapi untuk memudahkan pembelajarannya bisa disederhanakan menjadi 4 fungsi, yaitu :

1. Memberikan keterangan waktu, frekuensi, dan tempat.
2. Menjelaskan kata kerja [verb]
3. Menjelaskan kata sifat [adjective]
4. Menjelaskan kata keterangan [adverb].

Fungsi pertama dan paling mudah dari adverb adalah memberikan keterangan tempat dan waktu/frekuensi. Seperti ini contohnya:

a. I found a dead man under the sea. [saya menemukan orang mati di bawah laut]

b. I go to school every day. [saya pergi ke sekolah setiap hari]

Kita bisa lihat bahwa di kalimat (a) terdapat keterangan yang menunjukkan lokasi sesuatu (dalam kasus ini orang mati). Keterangan tersebut adalah keterangan tempat. Keterangan tempatnya adalah under the sea [di bawah laut]. Itulah yang kita sebut dengan keterangat tempat aliasadverb of place. Masih banyak lagi adverb of place yang bisa kita tahu. Misalnya on the table [di atas meja], in Jakarta [di kota Jakarta], inside the temple [di dalam kuil], behind you [di belakang kamu], dan lain-lain.

Nah kalau di kalimat (b), keterangannya merupakan keterangan waktu/frekuensi yang menunjukkan kapan sesuatu terjadi dan seberapa sering suatu aktivitas dilakukan. Keterangan yang kita temukan pada kalimat (b) adalah every day alias setiap hari. Contoh adverb of time or frequency yang lain diantaranya: twice a week [dua kali seminggu], yesterday [kemarin], tomorrow [besok], always [selalu], seldom [jarang], dsb.

Catatan: Biasanya adverb yang menunjukkan keterangan waktu/frekuensi dan tempat diletakkan di akhir kalimat; tapi posisi adverb terkadang bisa juga diletakkan di awal kalimat.

Fungsi kedua, selain keterangan tempat dan waktu/frekuensi, kita memakai adverb untuk menjelaskan sebuah kata kerja. Kedengerannya ribet, tapi nggak juga kok. Ciri-cirinya biasanya menggunakan akhiran –ly. Contoh :

c.1 I like chocolate cakes. [saya menyukai kue cokelat]

c.2 I really like chocolate cakes. [saya benar-benar menyukai kue cokelat]

Verb yang kita temukan dalam kedua kalimat di atas adalah to like, yang artinya menyukai.Adverb pada kalimat di atas bisa kita temukan pada kalimat (c.2), yaitu really. Bisa kita bandingkan bahwa kalimat (c.2) menambah derajat kesukaan saya (benar-benar menyukai) terhadap kue cokelat dibandingkan dengan kalimat (c.1) yang menunjukkan bahwa saya sekedar suka aja sama kue cokelat. Nah, really pada kalimat (c.2) di atas menjelaskan kata kerja “menyukai”. Itu salah satu contoh bahwa kita bisa pakai adverb untuk menjelaskan suatu kata kerja [verb].

Ini contoh berikutnya:

d.1 Anne hung up the phone immediately. [Dia menutup teleponnya dengan segera]

d.2 Anne immediately hung up the phone.

Nah dari kalimat (d), verb yang kita temukan adalah hung up, yang artinya menutup telepon.Adverb yang bisa kita temukan adalah immediately. Guna dari kata immediately adalah menunjukkan bagaimana si Anne melakukan aksi menutup teleponnya. Sesuai dengan makna kataimmediately, kita bisa tahu bahwa Anne menutup teleponnya dengan segera. Nah kataimmediately di atas berguna untuk menjelaskan atau memberi informasi tambahan kepada kata kerja [verb] di atas, yaitu hung up.

Catatan: Perbedaan posisi pada kalimat (d.1) dan (d.2) artinya sama saja.

Fungsi ketiga, fungsi dari adverb adalah menjelaskan kata sifat atau adjective. Contoh :

c.1 I am proud of my son. [saya bangga dengan anak laki-laki saya]

c.2 I am very proud of my son. [saya sangat bangga dengan anak laki-laki saya]

Kata sifat pada kalimat di atas adalah proud atau bangga. Bisa kita lihat bahwa dengan tambahan adverb di kalimat (c.2) berupa very, derajat kebanggaan kita menjadi berubah (jadi sangat bangga). Coba kita lihat kalimat selanjutnya.

d.1 I am afraid to ask question. [saya takut untuk bertanya]

d.2 I am too afraid to ask question. [saya terlalu takut untuk bertanya]

Nah coba kita bandingkan kalimat (d.1) dan (d.2). Adjective yang kita temukan dalam kedua kalimat adalah afraid, yang berarti takut. Nah di kalimat (d.2) gue menambahkan adverb yang berupa too [terlalu]. Kita bisa bedakan bahwa dengan tambahan kata too pada kalimat (d.2), derajat ketakutan gue pun berubah (yang tadinya takut menjadi terlalu takut). Nah itulah salah satu fungsi adverb, yaitu menjelaskan lebih lanjut mengenai suatu adjective [kata sifat].

Catatan: Untuk adverb yang menjelaskan adjective, posisi adverb biasanya diletakkan sebelum adjective tersebut.

Fungsi keempat, adverb bisa digunakan untuk menjelaskan adverb lainnya. Contohnya:

c.1 David Dories dances gracefully. [David Dories menari dengan gemulai]

c.2 David Dories dances extremely gracefully. [David Dories menari dengan luar biasa gemulai]

Nah seperti yang baru kita pelajari, adverb dalam kedua kalimat di atas adalah gracefully, yang berarti dengan gemulai. Nah gracefully menjelaskan bagaimana David Dories menari atau melakukan aktivitas tari (berarti adverb gracefully menjelaskan verb dances).

Lalu bagaimana jika kita menambahkan adverb lagi dalam kalimat (c.2)? Nah adverb barudalam kalimat (c.2) adalah extremely yang artinya luar biasa. Guna dari adverb tambahan ini adalah untuk menjelaskan adverb yang posisinya setelah adverb pertama. Hasilnya, kalimat (c.2) artinya menjadi berbeda (awalnya “menari dengan gemulai”; dengan tambahan adverb artinya berubah menjadi “menari dengan luar biasa gemulai]. Derajat kegemulaian menari David Dories pun berubah.

Semoga mudah dimengerti dan selamat belajar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright 2009 AZAR BLOG. Powered by Blogger
Blogger Templates created by Deluxe Templates
Wordpress by Wpthemescreator